Jatuh cinta adalah dua kata yang sulit dijelaskan. Tidak terdefinisikan. Soal hati, kata-kata seakan tak ahli untuk memaparkan dan mendeskripsikan. Ini bukan tentang cinta, ini semua soal kenyataan, soal dunia yang begitu klise. Agama
Air mata memang sia-sia. Semua berawal manis dan indah. Berkenalan dengan pria secara tidak sengaja. Tentu saja, kita seringkali menganggap banyak hal terjadi karena kebetulan. Kebetulan mungkin adalah rencana Tuhan yang belum benar-benar kita pahami.
Tatapan itu saling beradu, hanya senyum dan tawa yang tercipta kala itu. Indah memang, cinta mengubah segala yang hitam putih menjadi warna-warni. Tumpukan kebahagiaan semakin sempurna.
Segalanya terasa manis, walaupun juga terasa asing. Rasa nyaman itu kini berangsur berubah menjadi rasa takut kehilangan. Berusaha untuk saling melindungi satu sama lain. Perbedaanlah yang menguatkan.
Kekuatan cinta dapat menimbulkan keajaiban. Tuhan tidak perlu dibela. Bahkan sesungguhnya pun tuhan tidak beragama.
Ya. Kami saling bertahan. Walaupun cara kami memanggil Tuhan berbeda. Kami saling mencintai. Kami sangat menghargai itu. Yang kami inginkan, hanyalah dapat bersatu. Masalah dengan Tuhan? Biar kami yang menghadapinya masing-masing. Entah sampai kapan harus menjalaninya. Perbedaan melengkapi semuanya.
Perbedaan itu ada karena setiap jengkalnya akan membuatmu bahagia. Aku, kamu, dia, dan mereka adalah perbedaan. Dan salah satunya adalah kebahagiaan. Apa yang sudah dipersatukan Tuhan tidak boleh dipisahkan manusia. Rasa nyaman itu yang membuat cinta semakin besar, dan kebesaran cinta itu yang mampu membuat kita sanggup bertahan.
Karena, Cinta menciptakan jembatan di atas perbedaan.
Stay with me, Bayuu:)