Senin, 02 Februari 2015

Hujan. Rintiknya selalu dirindukan. Jatuh, mengalir, dan tergenang. Cintaku adalah air hujan. Sinar matahari adalah sebuah kekecewaan. Hujan turun begitu deras, airnya memenuhi segala ruang yang ada.  Alam menjaga airnya. Tetapi sinar matahari menghapusnya. Air hujan yang mengalir dengan tenang, air hujan yang menggenang tak berkutik dari tempatnya, air hujan yang jatuh dengan riangnya tak dapat berbuat apa-apa saat sinar matahari menghapusnya.

Peduliku seperti awan. Ada saat hujan itu datang, menghilang saat sinar matahari menggantikannya. Langit, bisakah kau menghapus sinar matahari dengan menggantinya menjadi malam agar ia tak menghapus lebih banyak lagi rintikan air hujanku? Aku takut hujan itu tak datang lagi. Aku takut ini adalah hujan terakhir yang dapat kunikmati. Aku terlalu sakit karna sinarmu. Tapi aku tidak pergi karena kuatku masih cukup, tapi jika kau ingin aku pergi, aku akan pergi:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar