Sabtu, 26 Juli 2014

cinta:)

Jika semua kisah cinta bisa berakhir bahagia hanya dengan cinta yang tulus, mungkin tak ada lagi yang saling menyakiti. Tak akan ada lagi kata-kata "Kamu terlalu baik buat aku" atau "Aku gak pantas buat kamu". Jika memang semuanya bisa semudah itu, mungkin seluruh pasangan yang saling mencintai akan bersatu dengan mudah. Tapi sayangnya, tidak sesederhana itu. Kenapa sih Tuhan nyiptain perbedaan? Kunci untuk jatuh cinta dan tetap mencintai adalah mengenali dan menerima semua perbedaan yang ada. Terkadang, perbedaan keyakinan menjadi hal klise dalam suatu hubungan cinta. Beda agama, beda suku, beda adat, beda prinsip, beda pemikiran, what's for?

Mengapa semua ini salah untuk kita? Apakah cinta harus berlandaskan sesuatu yang sama? Apa karena perbedaan kita tidak boleh merasakan kebahagiaan? Bukan kita yang menginginkan perbedaan ini. Memang seharusnya kita tidak pernah memulai agar tidak ada kata berakhir.

Andai semuanya bisa semudah 'Aku Cinta Kamu', apa masih bisa perbedaan menjadi penghalang? Sederhananya, jika memang Tuhan satu, maka perbedaan keyakinan tidak memiliki kekuatan merusak suatu hubungan.

Kita bertemu dengan tidak sengaja, kita tidak saling mengenal, mencari apalagi untuk ingin berhubungan. Bukan kita yang ingin terlahir dengan keyakinan yang berbeda. Ketika cinta mampu mempersatukan dua insan yang berbeda umur, derajat, kasta, ekonomi, sosial, suku, budaya, bahasa, negara bahkan hal yang paling sakral bagi umat manusia di dunia yaitu agama. Akankah cinta mampu menembus dinding perbedaan itu? Akankah sucinya cinta mampu meluluhkan batas- batas suku dan agama yang masing-masing mempertahankan keyakinan nya?

Jangan salahkan cinta, agama, apalagi tuhan. Yang kita tau, perbedaan itu ada untuk membuat kita menjadi lebih dewasa. Cinta itu adalah kekuatan, tanpa mengenal perbedaan ras, suku, maupun agama. Tanpa cinta, semua hal tersebut tidak berati.

Perbedaan keyakinan memang menjadi masalah besar dalam menjalin suatu hubungan ini karena akan menjadi cinta segitiga, antara aku, kamu, dan Tuhan.

Apa arti sebuah perbedaan. Begitu egois jika hanya dengan sebuah perbedaan cinta dapat berakhir. Dapatkah cinta mengesampingkan sebuah perbedaan yang selama ini selalu menjadi hal utama dalah kehidupan ini? Hal yang selama ini dijunjung tinggi? Mana yang akan kamu korbankan?

Jika memang cinta mampu meruntuhkan sebuah benteng yang tak tergapai, mampukah kekuatan perjuangan itu bertahan sampai semuanya menjadi satu? Tapi siapa yang akan mengalah? Mempersatukan sesuatu yang amat berbeda, menyatukan air dengan minyak, melarutkan air dengan pasir. Siapa yang mampu melakukannya?

Biarkan semua berjalan seperti seharusnya. Biarkan perjuangan itu bekerja semampunya, jika memang tidak sanggup, mungkin memang perbedaan adalah kekuatan terbesar yang memang tak mampu dimusnahkan.

Jika seluruh perjuangan itu tidah berarti. Izinkan Tuhan yang menciptakan perbedaan itu yang akan mengartikannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar