Senin, 30 November 2015

Beda Cinta, Setipis Keyakinan



Jatuh cinta adalah dua kata yang sulit dijelaskan. Tidak terdefinisikan. Soal hati, kata-kata seakan tak ahli untuk memaparkan dan mendeskripsikan. Ini bukan tentang cinta, ini semua soal kenyataan, soal dunia yang begitu klise. Agama

Air mata memang sia-sia. Semua berawal manis dan indah. Berkenalan dengan pria secara tidak sengaja. Tentu saja, kita seringkali menganggap banyak hal terjadi karena kebetulan. Kebetulan mungkin adalah rencana Tuhan yang belum benar-benar kita pahami.

Tatapan itu saling beradu, hanya senyum dan tawa yang tercipta kala itu. Indah memang, cinta mengubah segala yang hitam putih menjadi warna-warni. Tumpukan kebahagiaan semakin sempurna.

Segalanya terasa manis, walaupun juga terasa asing. Rasa nyaman itu kini berangsur berubah menjadi rasa takut kehilangan. Berusaha untuk saling melindungi satu sama lain. Perbedaanlah yang menguatkan. 

Kekuatan cinta dapat menimbulkan keajaiban. Tuhan tidak perlu dibela. Bahkan sesungguhnya pun tuhan tidak beragama. 

Ya. Kami saling bertahan. Walaupun cara kami memanggil Tuhan berbeda. Kami saling mencintai. Kami sangat menghargai itu. Yang kami inginkan, hanyalah dapat bersatu. Masalah dengan Tuhan? Biar kami yang menghadapinya masing-masing. Entah sampai kapan harus menjalaninya. Perbedaan melengkapi semuanya. 

Perbedaan itu ada karena setiap jengkalnya akan membuatmu bahagia. Aku, kamu, dia, dan mereka adalah perbedaan. Dan salah satunya adalah kebahagiaan. Apa yang sudah dipersatukan Tuhan tidak boleh dipisahkan manusia. Rasa nyaman itu yang membuat cinta semakin besar, dan kebesaran cinta itu yang mampu membuat kita sanggup bertahan.

Karena, Cinta menciptakan jembatan di atas perbedaan.




Stay with me, Bayuu:)

Senin, 02 Februari 2015

Hujan. Rintiknya selalu dirindukan. Jatuh, mengalir, dan tergenang. Cintaku adalah air hujan. Sinar matahari adalah sebuah kekecewaan. Hujan turun begitu deras, airnya memenuhi segala ruang yang ada.  Alam menjaga airnya. Tetapi sinar matahari menghapusnya. Air hujan yang mengalir dengan tenang, air hujan yang menggenang tak berkutik dari tempatnya, air hujan yang jatuh dengan riangnya tak dapat berbuat apa-apa saat sinar matahari menghapusnya.

Peduliku seperti awan. Ada saat hujan itu datang, menghilang saat sinar matahari menggantikannya. Langit, bisakah kau menghapus sinar matahari dengan menggantinya menjadi malam agar ia tak menghapus lebih banyak lagi rintikan air hujanku? Aku takut hujan itu tak datang lagi. Aku takut ini adalah hujan terakhir yang dapat kunikmati. Aku terlalu sakit karna sinarmu. Tapi aku tidak pergi karena kuatku masih cukup, tapi jika kau ingin aku pergi, aku akan pergi:)

Kamis, 27 November 2014

Inikah rasanya jarak?
Jarak sejauh ini tak mampu membuat kita berbuat dan bergerak lebih banyak. Seakan-akan aku dan kamu tak punya ruang untuk saling menatap. Rasanya menyakitkan jika keterbatasanku dan keterbatasanmu menjadi penyebab kita tak banyak tau dan tak banyak bertemu. Setiap hari, kita menahan rindu yang tak mereda. Inikah cara cinta menyiksa? Aku menghela napas, membayangkan jika kamu bisa terus berada disampingku dan merasakan yang juga kurasakan. Maka mungkin tak akan ada air mata ketika hanya tulisan dan suara yang bisa menguatkan kita. Maka tentu saja tak akan ada ucapan rindu berkali-kali yang terlontar dari bibir kita, ketika perasaan itu semakin membabibuta.

Apakah yang kita pertahankan selama ini? Apakah yang kita andalkan sejauh ini? Sekuat apakah perasaan cinta kita? Menahan dan mempertahankan, dan kadangkala memicu pertengkaran. Tapi, itulah manisnya jarak, tak ada cinta tanpa luka, tak ada cinta tanpa rindu. Apalah arti ratusan kilometer jika kita masih mengeja nama yang sama? Apakah arti jauhnya jarak jika aku dan kamu masih sangat mungkin mempertahankan semuanya? Kita jarang saling bergenggaman tangan, jarang sekali berpelukan, dan sangat jarang saling berpandangan. Apa yang kucari dan apa yang kamu cari? Tak ada. Kita masih meraba-raba apa itu cinta dan bagaimana kekuatan itu bisa membuat kita bertahan. Rasa cemburu, rasa ragu, dan rasa rindu sebenarnya adalah pemanis. Tidak ada hal yang sangat berat, jika kita lalui berdua, melewatinya bersama.

Apa yang menyenangkan dalam jarak sejauh ini? Aku tak bisa menatapmu dan jemariku tak bisa menyentuh lekuk wajahmu. Apa yang bisa kita harapkan? Ketika rasa rindu menggebu, dan ku tau kau tak ada disisiku. Sejauh ini kita masih bertahan, entah mempertahankan apa. Karena yang kurasa sekarang, cintamu tak lagi nyata, selebihnya bayang-bayang. Dalam jarak sejauh ini, mungkinkah kita masih saling mendoakan? Seperti saat kita dulu masih berdekatan. Aku tak lagi paham saat-saat dingin mencekam, kamu tak duduk disampingku, juga tak mendekapku dengan hangat. Aku tak lagi mengerti, saat air mataku terjatuh hanya ada aku yang menghapus basah di pipiku. Jelaskan padaku, apa yang selama ini membuatku masih ingin bertahan?


Aku hanya bisa menatap fotomu. Diam-diam merapal namamu dalam doa. Mendengar suaramu dari ujung telepon. Kulakukan semua seakan baik-baik saja, seakan aku tak terluka, seakan tak ada air mata. Dan, apakah disana kau memang baik-baik saja? Apakah rindu yang kita simpan dalam-dalam akan menemukan titik temu? Selama bulan yang kita lihat masih sama, selama sinar matahari yang menyengat kulit kita masih sama hangatnya, maka pertemuanku dan kamu masih akan tetap terjadi. Jarak hanyalah sekedar angka, jika kita masih memperjuangkan cinta yang sama.

Senin, 22 September 2014

Kamu.

Semuanya terasa indah. Aku dan kamu, tanpa ada yang lain. Kita saling mencintai, saling menyayangi, bahkan mungkin sudah lebih dari itu. Awalnya semua terasa baik-baik saja, tak ada yang aku kuatirkan. Aku hanya berfikir bahwa aku cinta kamu, dan selamanya akan terus begitu. Bahkan, aku berharap kita bisa tetap seperti ini, tidak ada masalah, berjalan dengan baik. Kita memulai semuanya dengan sederhana. Diawali dengan sebuah persahabatan dan berakhir dengan indah pula. Bahkan aku sudah tidak ingat sejak kapan namamu mulai menempati ruang dihatiku, yang awalnya sangat kecil, hingga akhirnya memenuhi seluruh ruang tersebut.

Tak percaya. Ya, awalnya begitu sulit untuk mempercayai semuanya. Hal yang sedikitpun tak pernah terfikirkan, kini malah terjadi. Sulit untuk dipercaya, sulit untuk dimengerti, namun memang logika tidak dibutuhkan, hanya hati yang mampu menjawab mengapa semuanya terjadi. Ternyata, semua tipe dan kriteria yang kita idam-idamkan akan kalah oleh dia yang selalu ada. Bukan karena dia memberi segalanya, tetapi dia yang rela berjuang untuk mendapatkan segalanya. Bukan dia yang berjuang sendirian, tapi kita yang berjuang bersama-sama. Bukan aku yang ingin memilikimu, tapi kita yang ingin saling memiliki.

Aku selalu berusaha meyakinkan diriku sendiri bahwa aku dan kamu hanya menjalin sebuah kisah yang dinamakan persahabatan. Tidak akan lebih dari itu, bahkan mungkin tidak akan pernah lebih dari itu. Aku takut suatu saat nanti kita berpisah, semuanya tak akan seindah kisah itu. Tapi aku tak tau bagaimana caramu meyakinkanku bahwa semuanya akan baik-baik saja. Cinta ini mungkin saja memudar, tapi entah dengan apa aku dapat membuktikannya, hanya saja aku begitu yakin bahwa cinta ini tidak akan pernah menghilang.

Aku takut kamu berubah, aku takut kamu pergi setelah aku yakin bahwa aku mulai mencintaimu. Aku takut kamu melihat orang lain yang jauh lebih dariku, tapi aku hanya mencari orang yang tidak peduli akan hal itu. Mungkin sebuah kecemburuan tidak dapat menggambarkan ketakutanku, tapi apa yang bisa aku lakukan sekarang? Kamu sudah berhasil melakukannya dan sayangnya aku tidak dapat menolak kehadirannya. Aku mempercayakan hatiku padamu, tolong jagalah dengan baik. Jika kamu ingin melepaskannya, lepaskanlah dengan baik-baik. Jangan biarkan semuanya berakhir dengan mudah dan dengan alasan tak masuk akal.

Aku ingin semua yang berawal dengan indah akan berakhir dengan indah. Tidak bertahan untuk sementara tetapi untuk selamanya, aku hanya ingin kamu berjanji bahwa kamu akan mengakhiri semuanya dengan indah. Terkadang cemasku tak juga reda, berjanjilah pada nadimu, agar berdenyut untuk namaku:)

Aku sayang kamu.

Sabtu, 02 Agustus 2014

Pasangan Gemini

Copast!

Siapakah pasangan zodiak yang cocok untuk Gemini?



Gemini vs Aries
Keduanya sama-sama tipe yang cepat bosan dan keras kepala, mereka butuh sebuah aktivitas baru setiap kali berkencan. Aries adalah orang yang sangat pemilih dalam hal fisik, sementara gemini sangat pemilih dalam hal mental dan kepandaian. Mereka berdua sama-sama memiliki selera yang agak berbeda. Namun mereka saling mengagumi satu sama lain dan merupakan pasangan yang cocok.


Gemini vs Cancer
Gemini seringkali melakukan penolakan dan pemberontakan ketika ia merasa tertekan dan terancam. Sedangkan si Cancer langsung down ketika ia merasa ditolak. secara keseluruhan kalian bukan pasangan yang cocok, si Gemini yang sangat menonjol lebih sering membuat si Cancer terluka.


Gemini vs Leo
Pasangan berikut ini merupakan pasangan yang ceria dan selalu menikmati segala sesuatu yang ada di sekitar mereka. Apa saja bisa menjadi bahan lelucon yang membuat mereka tertawa terbahak-bahak. Namun karena si Gemini adalah sosok bintang yang selalu menjadi pusat perhatian, si Leo kerap kali dibuat cemburu. Leo sendiri tak suka jika ia suka ditentang, sedangkan Gemini sifat dasar sebagai pemberontak sejati. Namun, bagaimanapun si Leo dapat selalu setia pada si Gemini yang pembosan. Untuk itu mereka akan memiliki hubungan yang awet karena merasa saling melindungi.


Gemini vs Virgo
Sama-sama cerdas dan dapat menikmati alur komunikasi yang terjalin diantara keduanya. Namun sayangnya si Gemini adalah orang yang aktif dan spontan apa yang mereka rasakan mampu mereka ucapkan saat itu juga. Sementara Virgo lebih suka berpikir dari segi logika, dan menganggap Gemini terlalu mellow. Dengan adanya sifat yang dimiliki masing-masing, maka anda akan merasa terganggu dengan kehadiran cinta di antara Gemini dan Virgo.


Gemini vs Libra
Kombinasi yang sungguh hebat, antara kasih sayang, saling mengagumi dan pembicaraan yang hangat setiap harinya. Keduanya saling mengisi satu sama lain, sehingga hubungan diantara keduanya selalu hangat. Mereka juga salah satu pasangan yang paling serasi tatkala perjalanan di tengah publik.


Gemini vs Scorpio
Keduanya adalah sosok yang penuh cinta dan semangat. Gemini merasa diberi perhatian lebih oleh Scorpio, namun karena sikap Gemini yang suka akan kebebasan, ia tak terlalu menanggapi perhatian dari Scorpio. Kerap kali Scorpio selalu cemburu dengan kepopuleran Gemini yang selalu dikelilingi banyak fans. Sisi sensitif Scorpio membuat Gemini yang santai kebingungan, dimana titik masalahnya.


Gemini vs Sagittarius
Kecuali sifat keras kepala yang dimiliki keduanya, mereka adalah pasangan yang cocok karena sama-sama suka akan kebebasan dan kemerdekaan. Mereka tak pernah bisa diam dan selalu bisa berbagi cerita dari A-Z, mereka adalah pasangan yang tak pernah kehabisan acara dan selalu terlihat sibuk. Herannya mereka seperti tak pernah merasa lelah. Tetap hati-hati, karena Geminian adalah pencemburu sejati.


Gemini vs Capricorn
Saat menghadapi Gemini, Capricorn akan terlihat sangat serius, sedangkan Gemini yang pada dasarnya cinta kebebasan akan merasa sedikit terkekang. Capricorn yang juga sensitif merasa Gemini terlalu cuek dan tidak serius terhadap hubungan, hal ini sering memicu kesalahpahaman diantara mereka.


Gemini vs Aquarius
Keduanya adalah pasangan yang cocok, suka berdiskusi dan berbicara soal hal apa saja. Mereka cenderung berpikir cepat dan mudah beradaptasi satu sama lain. Jiwa sosial keduanya sangat tinggi dan mereka menikmati hubungan yang ada. Keduanya juga pasangan yang cerdas dan saling mengagumi.


Gemini vs Pisces
Yang satu sosok yang tenang, dan Gemini adalah sosok yang ceria dan tidak bisa diam. Keadaan ini agak rancu dan bisa menimbulkan masalah, apalagi keduanya adalah sosok yang moody. Namun, dengan pengertian dan usaha keras, mereka masih bisa menjadi pasangan yang klop. Asal mereka mau beradaptasi dengan sifat satu sama lain saja.

Sabtu, 26 Juli 2014

cinta:)

Jika semua kisah cinta bisa berakhir bahagia hanya dengan cinta yang tulus, mungkin tak ada lagi yang saling menyakiti. Tak akan ada lagi kata-kata "Kamu terlalu baik buat aku" atau "Aku gak pantas buat kamu". Jika memang semuanya bisa semudah itu, mungkin seluruh pasangan yang saling mencintai akan bersatu dengan mudah. Tapi sayangnya, tidak sesederhana itu. Kenapa sih Tuhan nyiptain perbedaan? Kunci untuk jatuh cinta dan tetap mencintai adalah mengenali dan menerima semua perbedaan yang ada. Terkadang, perbedaan keyakinan menjadi hal klise dalam suatu hubungan cinta. Beda agama, beda suku, beda adat, beda prinsip, beda pemikiran, what's for?

Mengapa semua ini salah untuk kita? Apakah cinta harus berlandaskan sesuatu yang sama? Apa karena perbedaan kita tidak boleh merasakan kebahagiaan? Bukan kita yang menginginkan perbedaan ini. Memang seharusnya kita tidak pernah memulai agar tidak ada kata berakhir.

Andai semuanya bisa semudah 'Aku Cinta Kamu', apa masih bisa perbedaan menjadi penghalang? Sederhananya, jika memang Tuhan satu, maka perbedaan keyakinan tidak memiliki kekuatan merusak suatu hubungan.

Kita bertemu dengan tidak sengaja, kita tidak saling mengenal, mencari apalagi untuk ingin berhubungan. Bukan kita yang ingin terlahir dengan keyakinan yang berbeda. Ketika cinta mampu mempersatukan dua insan yang berbeda umur, derajat, kasta, ekonomi, sosial, suku, budaya, bahasa, negara bahkan hal yang paling sakral bagi umat manusia di dunia yaitu agama. Akankah cinta mampu menembus dinding perbedaan itu? Akankah sucinya cinta mampu meluluhkan batas- batas suku dan agama yang masing-masing mempertahankan keyakinan nya?

Jangan salahkan cinta, agama, apalagi tuhan. Yang kita tau, perbedaan itu ada untuk membuat kita menjadi lebih dewasa. Cinta itu adalah kekuatan, tanpa mengenal perbedaan ras, suku, maupun agama. Tanpa cinta, semua hal tersebut tidak berati.

Perbedaan keyakinan memang menjadi masalah besar dalam menjalin suatu hubungan ini karena akan menjadi cinta segitiga, antara aku, kamu, dan Tuhan.

Apa arti sebuah perbedaan. Begitu egois jika hanya dengan sebuah perbedaan cinta dapat berakhir. Dapatkah cinta mengesampingkan sebuah perbedaan yang selama ini selalu menjadi hal utama dalah kehidupan ini? Hal yang selama ini dijunjung tinggi? Mana yang akan kamu korbankan?

Jika memang cinta mampu meruntuhkan sebuah benteng yang tak tergapai, mampukah kekuatan perjuangan itu bertahan sampai semuanya menjadi satu? Tapi siapa yang akan mengalah? Mempersatukan sesuatu yang amat berbeda, menyatukan air dengan minyak, melarutkan air dengan pasir. Siapa yang mampu melakukannya?

Biarkan semua berjalan seperti seharusnya. Biarkan perjuangan itu bekerja semampunya, jika memang tidak sanggup, mungkin memang perbedaan adalah kekuatan terbesar yang memang tak mampu dimusnahkan.

Jika seluruh perjuangan itu tidah berarti. Izinkan Tuhan yang menciptakan perbedaan itu yang akan mengartikannya.

Rabu, 16 Juli 2014

Cinta?

Ternyata, dia yang pada awalnya kita anggap sebagai seseorang yang special, bisa jadi orang yang selalu nemenin kita kapanpun, selalu ada kapanpun, bukannya hanya datang saat dia butuh tapi pada akhirnya malah jadi orang yang cuma bikin sakit. Dia yang diharapkan, dia yang ditunggu-tunggu, dia yang gak pernah hilang dari fikiran kita bahkan disaat sedetikpun kita gak pernah terlintas difikirannya ternyata memang akan kalah dari seseorang yang awalnya kita anggap menyebalkan, ganggu, gak penting, tapi ternyata punya sisi baik. Disaat selama ini yang kita lihat hanya sisi negatifnya, dia yang ternyata bisa bicara sopan diantara kata-katanya yang menyakitkan, dia yang selalu bikin kita repot tapi anehnya itu sama sekali gak bikin kita marah. Dan yang pasti, dia yang selama ini ditunggu-tunggu akan kalah sama seseorang yang datang tanpa alasan. Karena pada akhirnya, semua tipe dan kriteria yang kamu punya, akan dikalahkan oleh dia, yang punya waktu, dan yang menyamankan hidupmu.

Cinta bukan tentang berapa lama kamu telah mengenal seseorang, tapi tentang seseorang yang membuatmu tersenyum sejak kamu mengenalnya. Kamu yang aku sayang selalu bisa membuatku tersenyum dengan berbagai alasan, seperti saat kamu membuatku tersenyum karena kata-katamu yang manis, perilakumu, tingkahmu yang selalu membuatku salah tingkah. Tapi dia, seseorang yang pada awalnya malah aku anggap sebagai seseorang yang paling menyebalkan malah mampu membuatku tersenyum begitu saja, tanpa alasan. Dari kata-katanya yang selalu terkesan blak-blakan, tingkahnya yang konyol, bahkan disaat dia bercerita tentang hal memalukan yang pernah dia alami tanpa ada yang ditutup-tutupi dan tanpa rasa malu sedikitpun mengatakan itu malah membuatku terkesan.

Kamu bikin aku seneng, besoknya kamu hilang. Trus kamu bikin aku seneng lagi, trus besoknya kamu hilang lagi. Kamu datang dan pergi sesuka hatimu. Itu tuh gak sebercanda itu. Disaat aku udah ngerasa nyaman, hal yang paling aku takutin adalah kamu berubah tanpa adanya alasan. Dan ternyata, bener kan, kamu berubah. Kamu bukan kamu yang aku kenal dulu. Bahkan kamu buat aku bingung sekarang, siapa yang sebenarnya aku sayang? Kamu? Atau bayang-bayang kamu yang dulu? Kalau kamu cuma anggap ini main-main, bercandaan, mending gak usah.

'Bertahanlah dengan orang yang sama-sama ingin berjuang, bukan dengan orang yang hanya ingin diperjuangkan.' Berjuang? Buat apa? Gak penting! Kamu selalu anggap ini sebuah bercandaan kan, jadi apa gunanya berjuang?

Ya, aku tau gak ada yang bisa dipaksain. We're like dominoes, I fall for you, you fall for another. Kalau kamu suka sama dia, silahkan, aku gak akan ngelarang, karena aku tau gimana rasanya berjuang, tapi kamu gak akan pernah tau gimana rasanya jadi aku sekarang, gimana rasanya 'dipermainkan'! Kamu tau karma? Aku gak akan kasi tau kamu gimana rasanya diginiin, tapi karma, karma itu yang akan dateng buat kamu dan kasi tau kamu seberapa sakitnya jadi aku.